Menu Close

Contoh Penyebab Bersin dan Cara Mengatasinya

Contoh Penyebab Bersin dan Cara Mengatasinya

Seringkali kita menduga-duga sedang sakit apa saat bersin tiba-tiba menyerang. Hal tersebut disebabkan karena bersin merupakan pertanda masuknya virus atau benda asing yang direspon oleh tubuh. Namun, ada berbagai faktor penyebab bersin yang dialami manusia. Berikut yang harus Anda ketahui, berbagai contoh penyebab bersin dan cara mengatasinya. 

Penyebab Bersin

Saat beraktivitas, kita sering menemui berbagai hal yang tidak jarang memberikan pengaruh pada tubuh. Salah satu yang sering menerima masuknya berbagai iritan seperti debu hingga asap rokok adalah hidung. Selaput lendir pada hidung memberikan sinyal kepada pusat bersin. Pusat kemudian memberikan sinyal pada beberapa bagian tubuh seperti diafragma, otot perut hingga tenggorokan untuk melakukan bersin. Secara spesifik, berikut contoh umum penyebab bersin yang kerap menyerang manusia. 

Bersin karena Reaksi Alergen atau Iritan

Ada berbagai alergen atau iritan yang menimbulkan gejala bersin. Beberapa di antaranya adalah alergi bulu hewan, serbuk sari pada tanaman, hingga alergi pada tanaman. Tak hanya itu, penyebab bersin juga bisa dipicu dari faktor lingkungan dan iritan seperti: polusi udara, udara dingin dan udara kering. Mengonsumsi jenis makanan tertentu juga mendorong terjadinya bersin, lho. Makanan pedas adalah contohnya. 

Tentu saja reaksi alergen atau iritan pada setiap orang berbeda-beda. Namun, bisa dipastikan sebagian besar menunjukkan gejala bersin. Selain itu, alergi juga menimbulkan gatal-gatal, hidung berair, hingga muncul ruam dan kemerahan di sekitar kulit. 

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat-obatan bisa menyebabkan seseorang mengalami bersin. Contoh obatnya adalah dekongestan hidung, antiinflamasi nonsteroid (OAINS), beta-blocker hingga obat antidepresan. Biasanya efek samping akan berhenti seiring dengan berhentinya pemakaian obat. Solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah konsultasikan ke dokter dan hentikan penggunaannya hingga menerima resep obat yang tepat. 

Refleks Nasokuler

Apabila Anda pernah bersin-bersin karena terpapar cahaya atau sinar matahari, bisa dipastikan situasi tersebut adalah refleks nasokuler. Refleks nasokul menstimulasi saraf di dalam selaput lendir hidung yang mengakibatkan bersin. Tidak jarang intensitas bersin karena refleks nasokuler cukup tinggi dan menjadi penyebab bersin terus-menerus.  

Infeksi Virus

Contoh virus yang menyebabkan bersin-bersin adalah pilek atau biasa disebut dengan influenza. Situasi tersebut menyebabkan lendir merangsang berbagai saraf pada selaput lendir dalam hidung sehingga memicu terjadinya bersin. Influenza merupakan virus yang umumnya menyerang orang dewasa dan anak-anak.

Cara Mengatasi Bersin-bersin

Berhubung penyebab bersin dikarenakan berbagai faktor, berikut rangkuman solusi yang bisa dilakukan. 

1. Gunakan masker dan kacamata hitam

Apabila terindikasi alergi terhadap iritan seperti debu, asap rokok, hingga bulu hewan, upayakan untuk menggunakan masker. Masker baik sebagai pelindung dari paparan virus dan zat alergen. Sedangkan kacamata hitam bisa digunakan untuk mengurangi risiko terkena refleks nasokuler yang menyebabkan bersin karena paparan cahaya matahari. 

2. Konsumsi obat alergi sesuai resep dokter

Jangan biasakan minum obat sembarangan tanpa anjuran dari dokter. Alangkah baiknya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu terkait gejala yang dialami. Sebab reaksi dan resep obat masing-masing orang itu berbeda. Oleh karena itu, selalu biasakan untuk konsumsi obat alergi sesuai resep dokter.

3. Jaga kebersihan diri dan rumah

Penyebab bersin sebagian besar dikarenakan adanya serangan virus, bakteri, dan kuman. Biasakanlah untuk menjaga kebersihan diri dengan cara rajin mencuci tangan dan mandi setelah seharian beraktivitas. Selain itu, menjaga kebersihan rumah dapat dilakukan secara rutin dan berkala.

Itulah contoh penyebab bersin dan cara mengatasinya. Jangan khawatir saat bersin tiba-tiba menyerang. Jika bersin terus berlanjut disusul dengan gejala lainnya. Segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *